Cinta, Kasih, dan Sayang

Cinta hanyalah tentang rasa suka, keinginan untuk menyukai dan disukai. Sedangkan kasih dan sayang adalah tentang kepedulian dan toleransi.

Sehingga, cinta itu cenderung egois, sedangkan kasih dan sayang condong pada altruis (mengalah)

Cinta itu memberi dan mengharap kembali. Sedangkan kasih dan sayang adalah memberi tiada mengharap imbalan.

“Aku mencintaimu” = ada kembalian yang ia harapkan. Pengakuan, kepuasan, dan kemenangan bagi si pencinta.

Sementara, “Aku menyayangimu” atau “Aku mengasihmu” = si pengasih dan penyayang tak mengharap apapun bagi dirinya. Allah, rasul, orang tua, dan pemimpin yg adil.

Memberi, memberi, dan menerima. Itu bukan cinta, itulah kasih sayang.

Memberi, meminta, dan menerima. Itulah cinta.

Karena kasih dan sayang lebih indah dari cinta, tidak buta, tidak meminta, tidak pula dipinta.

Cinta itu api. Sedangkan kasih dan sayang adalah air, udara, dan tanah. Maka, cinta itu panas, mendidihkan air, membakar udara, dan menghancurkan tanah. Sedangkan kasih dan sayang memadamkan api. Sejuk, segar, dan tenang.

Dengan cinta, manusia, binatang, dan jin akan terselubung panas dan mendidih (nafsu). Sedangkan dengan kasih sayang, manusia, binatang, dan jin akan senantiasa terselimuti kedamaian, kesegaran, dan keindahan dalam hidup.

Tebarkanlah kasih dan sayang pada semua orang dan seluruh alam. Tapi jangan titipkan cinta pada setiap orang dan seisi alam.

Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

***

Ditekankan pada aspek horizontal saja, karena apapun tentang makhluk tidak pantas dinisbahkan pada kholiq.